MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, BUARAN - Dalam rangka menyatukan persepsi Brand ID Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Brand ID Muhammadiyah dan Penulisan Berita Berbasis AI. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Cabang Ranting se PCM Wuled, Bligo, Pekajangan, dan Kedungwuni, serta dilaksanakan pada 28 Desember 2025 di Ruang Meeting SMK Muhammadiyah Bligo.
Ketua PCM Bligo, Drs. H. Suharyanto Zaidun, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh MPI PWM Jawa Tengah pada November lalu, khususnya untuk Kelompok B yang meliputi PCM Pekajangan, Wuled, Bligo, dan Kedungwuni.
Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, saat ini banyak konten kreatif berbasis AI yang berkembang di media sosial.
"Oleh karena itu, harapannya ke depan dapat diselenggarakan pula pelatihan terkait administrasi keuangan dan surat-menyurat guna menciptakan ketertiban administrasi di lingkungan Muhammadiyah." Tutupnya
Sementara itu, perwakilan Tim MPI PDM Kabupaten Pekalongan, Imam Setiobudi, S.I.Pust menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menyeragamkan Brand ID Muhammadiyah di setiap cabang. Pelatihan Brand ID dan penulisan berita dinilai sangat penting sebagai sarana publikasi kegiatan Muhammadiyah, mulai dari tingkat ranting hingga daerah.

Arahan juga disampaikan oleh Drs. KH. Amat Sulaiman, MH, selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk adaptasi Muhammadiyah terhadap kemajuan zaman. Tema pelatihan dinilai sangat relevan dengan tantangan era digital saat ini.
"Brand ID Muhammadiyah bukan sekadar logo, melainkan identitas yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara, serta harus mudah dikenali di berbagai platform digital." Ujar beliau.
Beliau berharap setiap kegiatan di tingkat ranting dapat dilaporkan dan dipublikasikan melalui media sosial. Pemanfaatan teknologi AI, menurutnya, menjadi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dalam menyajikan informasi yang cepat dan akurat.
Acara dilanjutkan dengan pelatihan Brand Muhammadiyah yang disampaikan oleh Adi Widiyanto dari Tim MPI PDM Kabupaten Pekalongan. Materi yang disampaikan memberikan gambaran menyeluruh mengenai Brand Muhammadiyah beserta atributnya untuk diaplikasikan dalam administrasi dan atribut organisasi, mulai dari tingkat ranting hingga cabang.
Selanjutnya, materi Penulisan Berita dengan AI disampaikan oleh Imam Setiobudi, S.I.Pust, yang membahas cara menyusun redaksi berita dari nol dengan memanfaatkan teknologi AI, sekaligus menekankan pentingnya etika jurnalistik dalam proses penulisan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di masing-masing daerah sebagai wujud fastabiqul khairat dalam penguatan dakwah dan publikasi Muhammadiyah.


kontributor: Shofani
Powered by Froala Editor