MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Dalam rangka menguatkan ukhuwah islamiah di keluarga besar Muhammadiyah & 'Aisyiyah Cabang Pekajangan, Majelis Tabligh PCM Pekajangan menghadirkan Dr. KH. Ali Trigiyatno, M.Ag (Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah) yang digelar di Masjid Al-Falah Karanglo Kedungwuni.
Pengajian ini dihadiri hampir 1000 jamaah dari PCM & PCA Pekajangan serta jajarannya, Ortom, AUM serta warga Muhammadiyah & 'Aisyiyah se-Cabang Pekajangan. (4/5/2025)
H. Rochmat selaku PRM Karanglo dengan tangis haru mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak atas terselenggaranya pengajian ini, terutama PCM Pekajangan, Lazismu KL Pekajangan, Lazismu RSI yang turut membantu terlaksananya kegiatan, walaupun Karanglo merupakan dukuh Tangkil Tengah bisa menyelenggarakan pengajian dengan lancar.
Dalam sambutannya Ketua PCM Pekajangan H. Abdul Shomad, SE menyampaikan "Mari kita jadikan ajang kegiatan ini konsolidasi antar cabang dan ranting, menjadi perekat keakraban satu sama lain."
Pengajian selanjutnya yang ke-8 akan dilaksanakan di Pekajangan Timur 4, tidak lupa beliau mempromosikan untuk yang akan berkurban bisa membeli hewan kurban dari majelis ekonomi, penjualan hewan kurban berada di Pekajangan Gg. 13.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan Wakaf Mushola & Masjid PRM kepada PCM Pekajangan yang diwakili oleh Drs. Suhandi Wasrin kepada H. Abdul Shomad, SE. guna tertib administrasi secara dokumen.

Membuka tausiyahnya Dr. KH. Ali Trigiyatno, M.Ag menyampaikan, "Silaturahim niku ibarat ngudari benang sing bermasalah"
Jadi makna halal bi halal itu mengurai hubungan yang bermasalah menjadi rukun dan baik. Ada pasang surute hubungan maka dianjurkan untuk kembali saling memaafkan.
Wasiat Rasullullah saat haji wada, beliau berkata, bagi yang ada sangkut pautnya dari dulu silahkan menyampaikan.
Ukasah, salah seorang sahabat pada perang badar saat naik unta, pernah tercambuk punggungnya mungkin tidak sengaja
Lalu Ukasah ingin membalasnya sampai-sampai para sahabat banyak yang ingin menggantikan posisi Rasulullah SAW, tetapi Rasullullah berkomitmen untuk siap dibalas, sampai akhirnya Ukasah akhirnya memeluk Rasulullah SAW.

Itulah pentingnya menanyakan kepada keluarga, sahabat dan rekan kita barangkali ada sangkutan di dunia agar besok di hari Kiamat bisa bebas dari tanggungan karena di akhirat rugi kalau belum memaafkan sebelum minta maaf didunia, "Asale mbesuk duit kui wis ora payu nggo ngganti opo sing kito lakoni, begitu juga sangkutan utang, nyaure udu nganggo duit, tapi nganggo ganjarane panjenengan, sing poso njenengan sing nompo sing ngutangi duit, nek amale ora nyukup terus dosone sing ngutangi diimbuhke ning njenengan nek nung ndonyo ora nyaur" tegas beliau.
Dengan nada khas Jawa Timurannya, Pak Ali memberikan tips cara halal bi halal agar bisa tuntas, diantaranya:
1. Cukup ngikrarke paring maaf kepada sesama, karena yang mudah dan murah
2. Salaman, dengan salaman maka bentuk permintaan maaf sudah terwujud dengan mengikrarkan.
3. Video call, kalau malu atau rikuh bisa dengan video call kepada orang yang akan kita beri atau mintai maaf
4. Ono tembunge, yakni menyampaikan kepada yang ingin diminta atau diberikan maaf oleh kota.
5. Sowan ndaleme, inilah yang utama untuk mendatangi rumah orang yang akan kita mintai atau beri maaf.
6. Moro, salaman, lan ojo lali gowo kendul2 (cangkingan), inilah tahap yang paling utama yakni membawa bingkisan atau sesuatu ketika kita datang ke rumah yang akan kita mintai atau beri maaf, karena dengan membawa bingkisan akan mempererat dan mencairkan suasana, tapi tentunya tidak semua kita beri bingkisan, khusus yang ini teruntuk orang yang dekat dan cintai seperti orangtua, saudara, kerabat dan teman dekat.
Menutup tausiyahnya, beliau menganjurkan saling berbagilah hadiah atau bingkisan karena merupakan sunnah Rasulullah SAW.
Pengajian ditutup dengan doa dari Pak Ali, harapannya kegiatan pengajian Ahad pagi ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di area Pekajangan dan sekitarnya, serta menghidupkan ranting yang minoritas sehingga menumbuhkan semangat beramal shalih. Ranting Muhammadiyah Karanglo sendiri merupakan salah satu ranting yang berada di dusun Tangkil Tengah, dengan pengelolaan AUM penyewaan layos, pengolahan tanaman lumbung hidup Aisyiyah, sehingga dengan adanya pengajian ini bisa menumbuhkan semangat.

Sumber : MPI PCM Pekajangan
Powered by Froala Editor