MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KARANGDADAP -
Memeriahkan acara puncak dan pengajian akbar Muhammadiyah Ranting Pangkah menggelar Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 dan Muhammadiyah Pekajangan ke-103 di Gedung Serbaguna Desa Pangkah pada Sabtu malam, 22 November 2025.
Acara diawali dengan Kirab Drumband MB Djuanda, kebanggaan AMM Pangkah. Dengan seragam baru berwarna biru navy serta asesoris LED pada slayer para pemain, kirab berlangsung meriah. Sebanyak 600 peserta turut mengiringi perjalanan dari Masjid Al-Hikmah Pangkah menuju Gedung Serbaguna Desa Pangkah. Antusiasme peserta semakin terlihat karena setiap orang memiliki kesempatan untuk memperoleh hadiah door prize yang telah disiapkan panitia, mulai dari setrika, kipas angin, kompor gas, sepeda gunung, mesin cuci, hingga kulkas.
Acara turut dimeriahkan oleh penampilan Hadroh Santriwan Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan. Dengan iringan sholawat, suasana menjadi semakin khidmat dan acara resmi dimulai.
Mubariyin, M.Pd., selaku Ketua PRM Pangkah, membuka sambutan pertama dengan menyampaikan rasa terima kasih yang tiada tara atas terselenggaranya Resepsi Milad Muhammadiyah tahun ini. Beliau menuturkan bahwa sebenarnya rangkaian acara awalnya hanya direncanakan berupa Jalan Sehat Milad Muhammadiyah, namun justru berkembang menjadi lebih meriah dengan adanya kirab, pengajian, hingga door prize. “Terima kasih kepada Bapak H. Sofwan Sumadi, Anggota DPRD Jawa Tengah, yang telah membantu mendanai acara ini,” ujar Mas Ayin, sapaan akrab beliau.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menceritakan berbagai kegiatan yang rutin berjalan di Ranting Muhammadiyah Pangkah. Di bidang kepemudaan terdapat kegiatan TAMASA (Tadarus Malam Selasa) yang telah berlangsung hampir 20 tahun. Selain itu, ada pula tadarus Nasyiatul ‘Aisyiyah, tadarus IPM, serta tadarus di enam jamaah setiap malam Jumat. Kegiatan lain yang turut menghidupkan ranting adalah Kajian Malam Senin Muhammadiyah dan Tadarus Jumat Sore ‘Aisyiyah.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti nyata semangat warga Muhammadiyah Pangkah dalam merawat dakwah dan menghidupkan syiar Islam di lingkungan mereka.

Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., dalam sambutannya menuturkan bahwa Pangkah merupakan ranting terjauh dari Pekajangan. “Itulah mengapa saya membawa pasukan—Pak Arief, Pak Kiai Sulaiman, dan Pak Fitrayudi—biar pulangnya tidak deg-degan,” ujarnya sambil bergurau, yang disambut tawa para hadirin. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada H. Sofwan Sumadi atas terselenggaranya acara ini, termasuk dukungan hadiah door prize.
Dengan nada bercanda, beliau kembali mengundang gelak tawa jamaah: “Kira-kira saya boleh dapat door prize-nya tidak?”
Beliau kemudian mengingatkan bahwa Resepsi Milad Muhammadiyah ini bertepatan dengan Milad Muhammadiyah Pekajangan yang ke-103. “Kalau Pekajangan itu tanggal 15 November, sedangkan Muhammadiyah Pusat tanggal 18 November. Jadi sama-sama meriah di bulan November.” Beliau juga memaparkan bahwa Muhammadiyah Pekajangan merupakan cabang tertua ketiga di luar Yogyakarta, setelah Solo.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan bahwa Muhammadiyah Pekajangan kini memiliki tiga AUM baru, yaitu:
1.SLB Muhammadiyah Lentera Hati,
2. Plataran Pekajangan, dan
3. Dapur MBG di Ponpes IMBS Miftahul Ulum Pekajangan.
Beliau mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus bersemangat dalam bermuhammadiyah. “Mudah-mudahan semuanya diridai Allah SWT. Aamiin.”
Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Pak Ayin, Ketua PRM Pangkah, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh PCM Pekajangan. Beliaulah yang menggagas pengajian bulanan Ahad Pagi keliling ranting se-Cabang Pekajangan. Insyaallah, pada bulan Februari mendatang akan diadakan pengajian penutup putaran pertama yang akan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., Wakil Ketua PWM Jawa Tengah. “Program baik ini semoga dapat dilanjutkan pada putaran kedua,” pungkas beliau.
H. Sofwan Sumadi, Anggota DPRD Jawa Tengah, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan reses yang dijalankannya dapat digabungkan dengan acara-acara Muhammadiyah agar lebih membawa maslahat, mengingat komitmen dan kedekatan beliau terhadap Persyarikatan Muhammadiyah sangat kuat. “Awalnya saya hanya diminta hadiah untuk acara Jalan Sehat Milad, tetapi akhirnya bisa digabungkan dengan acara pengajian dan kirab sehingga menjadi lebih meriah,” tutur beliau.
Pada kesempatan tersebut, disiapkan 32 hadiah door prize, mulai dari setrika hingga kulkas. Beliau berharap ke depan sinergi dan hubungan baik antara berbagai pihak dapat terus terjalin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah secara simbolis dari H. Sofwan Sumadi kepada Bapak Mubariyin, serta penyerahan bantuan untuk Tim Drumband MB Djuanda.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada lima tokoh Muhammadiyah Ranting Pangkah. Mereka adalah figur-figur yang memiliki dedikasi luar biasa dalam perjuangan dan perkembangan Muhammadiyah di Desa Pangkah.
1. Bapak Kiai Absori
Tokoh yang memiliki dedikasi luar biasa pada awal masuknya Muhammadiyah di Desa Pangkah.
2. Bapak Rasda’i
Tokoh yang berjasa besar dalam menggerakkan dakwah dan membina warga Muhammadiyah Pangkah.
3. Bapak Suparso
Tokoh yang berperan penting dalam perintisan dakwah, pendidikan, serta pengembangan gerakan infak dan sedekah warga Muhammadiyah Pangkah.
4. Bapak H. Samolar
Tokoh yang memberikan sumbangsih besar dalam merintis berdirinya pendidikan Muhammadiyah di Pangkah.
5. Bapak Ramuji
Tokoh yang turut memberikan sumbangsih luar biasa dalam perintisan awal berdirinya lembaga pendidikan Muhammadiyah Pangkah.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan keteguhan para tokoh yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah di Pangkah.

Kajian inti dibersamai oleh Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd. dimulai dengan sebuah pertanyaan sederhana namun bermakna: “Tahun berapa Muhammadiyah didirikan?” Ya, Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912, dan kini telah berusia 113 tahun. Peringatan milad tahun ini diselenggarakan di Kota Bandung.
Dalam penyampaiannya, Prof. Masrukhi kembali mengingatkan Jargon Pekik Semangat Muhammadiyah:
Ranting itu penting
Cabang harus berkembang
Masjid makmur memakmurkan
Muhammadiyah selamat dunia akhirat
Beliau menegaskan bahwa sejak generasi pertama — KH. Ahmad Dahlan, KH. Ibrahim, KH. Hisyam — hingga generasi saat ini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Haedar Nashir, Muhammadiyah terus berikhtiar memberikan manfaat dan mengawal bangsa Indonesia menuju kemakmuran.
Prof. Masrukhi menutup dengan penegasan bahwa siapa pun yang berjuang melalui Muhammadiyah tidak akan merugi. “Orang yang berjuang menegakkan agama Allah, hidupnya tidak akan rugi,” tegas beliau.
Acara dilanjutkan dengan pengundian hadiah door prize kepada jamaah.



Kontributor : Shofani MPI PCM Pekajangan
Powered by Froala Editor