Selamat dan Sukses Milad Muhammadiyah Pekajangan ke-103
(Meneguhkan Dakwah Berkemajuan, Memajukan Kesejahteraan Bangsa)
Peringatan Milad Muhammadiyah Pekajangan ke-103 bukan sekadar momentum seremonial tahunan, tetapi merupakan titik refleksi ilmiah dan historis atas perjalanan panjang sebuah gerakan Islam modernis yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Pekajangan dan sekitarnya. Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah Pekajangan telah menjadi instrumen strategis dalam membumikan nilai-nilai Islam berkemajuan (Islam berkemajuan) yang berlandaskan pada kemurnian ajaran Al-Qur’an dan Sunnah serta berpijak pada semangat tajdid sebagai identitas ideologisnya.
Dalam perspektif sejarah sosial (social history), eksistensi Muhammadiyah Pekajangan dapat dipahami sebagai manifestasi dari dinamika transformasi masyarakat muslim di kawasan Pekalongan yang sejak awal abad ke-20 telah dipengaruhi oleh gerakan pembaruan Islam. Melalui amal usaha pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial, Muhammadiyah Pekajangan bukan hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi berkembang sebagai institusi sosial modern (modern social institution) yang mampu merespons perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Secara sosiologis, keberadaan Muhammadiyah Pekajangan memegang fungsi sebagai agent of change yang memperkuat struktur sosial melalui nilai-nilai kemajuan, rasionalitas keagamaan, dan etos kerja. Pendidikan yang dikembangkan, mulai dari TK, SD, SMP/MTs, SMA/MA, hingga pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, mencerminkan upaya konsisten membentuk generasi muslim yang berkarakter, berpengetahuan, dan berkompetensi global. Dalam konteks keilmuan kontemporer, hal ini sejalan dengan teori human capital yang menegaskan bahwa kualitas pendidikan menentukan kualitas peradaban. Dari sisi teologi gerakan, Muhammadiyah Pekajangan berdiri di atas prinsip bahwa dakwah adalah proses pencahayaan (tanwîr) yang harus membawa masyarakat menuju pencerahan akal, spiritualitas yang lurus, dan keadaban sosial. Gerakan ini tidak berhenti pada dimensi normatif, tetapi masuk ke ranah praksis sosial melalui pelayanan kesehatan, kegiatan sosial-kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan komunitas. Dengan kata lain, Muhammadiyah Pekajangan telah memainkan peran ganda: sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan sebagai institusi pembangun peradaban (civilization builder).
Memasuki usia ke-103, Muhammadiyah Pekajangan menghadapi tantangan baru, seperti transformasi digital, kompetisi global, dan perubahan struktur masyarakat. Namun, dalam perspektif akademik, tantangan ini dapat dipandang sebagai peluang untuk memperluas peran Muhammadiyah sebagai pusat inovasi dan pembaruan sosial. Dengan modal sejarah yang panjang, jaringan amal usaha yang luas, serta kader-kader yang terus bertumbuh, Muhammadiyah Pekajangan memiliki kapasitas untuk menjadi laboratorium peradaban—tempat gagasan-gagasan religius, ilmiah, dan sosial dipraktikkan secara nyata.
Momentum milad ke-103 ini mengajak seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk meneguhkan kembali tiga pilar gerakan:
1. Pemurnian (tajrid) ajaran sebagai upaya menjaga kemurnian tauhid dan ibadah dan Pembaruan (tajdid) pembaharuan atau modernisasi yang menyesuaikan ajaran Islam dengan perkembangan zaman di bidang muamalah duniawiyah (hal-hal duniawi) seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
2. Pencerahan (tanwîr) dalam membangun kecerdasan umat dan masyarakat yang tercerahkan.
3. Pemberdayaan (takwiyah) sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap penguatan kualitas hidup umat.
Dengan demikian, peringatan Milad ke-103 bukan hanya mengenang sejarah, melainkan memperbarui tekad untuk melanjutkan dakwah berkemajuan yang berbasis ilmu, integritas, dan pengabdian. Semoga ke depan Muhammadiyah Pekajangan semakin kokoh sebagai pilar pembangunan bangsa dan penggerak peradaban Islam yang rahmatan lil-‘alamin.
Selamat Milad Muhammadiyah Pekajangan ke-103.
Semoga Allah Swt. senantiasa mencurahkan keberkahan, kekuatan, dan petunjuk-Nya dalam setiap langkah perjuangan.
Penulis: Dr. Kyai Sumarno, S.Pd.I, M.Pd.I (Mudir IMBS Miftahul Ulum Pekajagan)
Powered by Froala Editor