MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Ribuan warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Cabang Pekajangan dan sekitarnya berbondong-bondong menghadiri Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan untuk mendengarkan tausiyah bersama KH. Anang Rikza Masyhadi M.A., Ph.D, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tazakka Bandar Batang, dengan penuh semangat di penghujung akhir tahun ini yang digelar di Pekajangan Gg. 15 Kedungwuni. (7/12/2025)
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pekajangan Timur 3, Muhammad Ishaq, mengucapkan terima kasih dan partisipasi kepada segala pihak.
"Kami hanya bisa menyampaikan Tampan (Terima kasih, minta maaf dan harapan) yang dikabarkan melalui sambutan ini, kami berterima kasih kepada jamaah turut menggerakkan untuk berlomba-lomba untuk kegiatan, memakmurkan majelis, menghidupkan warga sekitar sebagai bentuk ukhuwah amal baik kita bersama."
Sementara itu, H. Abdul Shomad, SE, selaku Ketua PCM Pekajangan, menyampaikan kepada jamaah apakah masih semangat menyemarakkan Pengajian Ahad Pagi ini. Ia juga membagikan oleh-oleh pertemuan dengan PP ‘Aisyiyah dan menegaskan bahwa pengajian Muhammadiyah ini harus mencerahkan, menggerakkan dan menggerakkan, mudah-mudahan ketiganya dapat terwujud.
Ia menambahkan doa, “Semoga panitia yang menyediakan didoakan agar berkah lancar, amiin.”
Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Anang yang selalu mensupport IMBS santrinya ke Tazakka untuk bisa menjadi kader yang berkualitas. Dari keakraban ini diharapkan dapat muncul AUM untuk kemaslahatan umat.
Selain itu, beliau juga menginformasikan bahwa kegiatan Pengajian Ahad Pagi selanjutnya akan dilaksanakan di Pekajangan Barat 2 bersama Dr. KH. Tafsir, M.Ag (Ketua PWM Jawa Tengah), dan di Pekajangan Barat 3 bersama Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd (Rektor Unimus Semarang).

Mengawali tausiyahnya, KH. Anang Rikza Masyhadi M.A., Ph.D menyampaikan pantun:
"Langit senja indah dipandang, dihiasi bintang bersinar terang, ibu-ibu janganlah berkurang, mari mengaji dengan hati senang."
Beliau menjelaskan bahwa jika kita membuka Al-Qur’an, kata pertama yang kita temui adalah Allah, kemudian Arohman arrokhim, tiga kata yang semuanya tentang Allah SWT, dan pada akhir Al-Qur’an ditutup dengan kata annas (manusia).
Menurut beliau, inti dari Al-Qur’an ada pada surat terakhir, yaitu keselamatan dari godaan setan yang mengganggu kebajikan, ibadah, dan ketaatan kita kepada orang tua. Jika manusia bebas dari godaan setan, maka ia akan selamat dunia akhirat.
KH. Anang juga menyampaikan bahwa banyak godaan yang tidak tampak dan dapat menjerumuskan manusia. Meski tidak tampak, manusia sering tidak sadar. Bahkan yang tampak pun masih bisa menjerumuskan. “Kita bisa hancur dari sesuatu yang tidak tampak,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa berbuat baik memiliki beberapa tingkatan:
- Berbuat baik kepada Allah
- Berbuat baik kepada Rasulullah
- Berbuat baik pada diri sendiri
- Berbuat baik kepada orang lain
- Berbuat baik pada lingkungan
Jika kita berbuat baik kepada orang lain, maka harus bersiap menghadapi empat keadaan:
- Kebaikan dibalas lebih baik
- Kebaikan dibalas sama baiknya
- Kebaikan dibalas lebih buruk
- Kebaikan dibalas dengan pengkhianatan
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali balasan kebaikan juga, jadi kita harus yakin Allah akan membalas kebaikan kita,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan beberapa kesalahan manusia dalam memahami berbuat baik:
- Keliru jika merasa sudah berbuat baik lalu memaksa orang itu untuk membalas kebaikan.
- Memaksa balasan kebaikan harus sama dengan yang dilakukan.
- Memaksa bahwa kebaikan hari ini harus dibalas besok.
Karenanya, beliau mengingatkan: “Berbuat baiklah untuk diriku sendiri, jangan mengharapkan balasan orang lain,” kemudian menutup tausiyah dengan doa.
Di akhir kegiatan, disampaikan harapan agar Pengajian Ahad Pagi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun di 16 ranting ini dapat semakin menjalin kedekatan dan keterikatan antar sesama warga Muhammadiyah.



Kontributor: Rizqon (MPI PCM Pekajangan)
Powered by Froala Editor