MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, PEKALONGAN - SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan (SMUHI) kembali menegaskan langkah besarnya menuju sekolah unggul dan berdaya saing tinggi. Kamis, 15 Januari 2026, pukul 14.00–18.00 WIB, SMUHI mendapat kehormatan menerima kunjungan sekaligus pendampingan dari Anggota Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) PWM Jawa Tengah, yaitu Bapak Dr. Karnadi Hasan, M.Pd. (Koordinator Bidang PNF) dan Bapak Dr. Utomo, M.Pd. (Koordinator Bidang Kurikulum dan Pembelajaran).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting persyarikatan dan pendidikan, antara lain Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Pekalongan Drs. H. M. Basori Anwar, M.Si., Ketua PCM Pekajangan H. Abdus Shomad, SE, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Pekajangan H. Rochman, M.Pd., Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan Ibu Amilah, S.Pd., jajaran pimpinan dan guru senior SMUHI, serta tiga Kepala SMK Muhammadiyah di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Pekalongan:
SMK Muhammadiyah Pencongan, SMK Muhammadiyah Bojong, dan SMK Muhammadiyah Kesesi.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah sebagai ucapan selamat datang, dilanjutkan sambutan Ketua PCM Pekajangan yang memberikan gambaran kuat tentang keberhasilan alumni SMUHI dan peran besar Himpunan Alumni SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan (HIASMAMA) dalam mendukung kemajuan sekolah. Disampaikan bahwa SMUHI bukan sekadar sekolah, tetapi telah menjadi “pabrik kader bangsa” yang melahirkan tokoh-tokoh besar nasional dan internasional.
Dalam arahannya, Dr. Karnadi Hasan, M.Pd. memberikan motivasi luar biasa dengan mendorong SMUHI untuk berani menaikkan target SPMB 2026/2027 hingga 200%. Menurut beliau, target besar harus diiringi strategi besar, di antaranya:
Promosi masif dan terstruktur ke SMP/MTs di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang, Pemalang, bahkan hingga luar daerah.
Penampilan fisik sekolah yang semakin menarik, modern, dan mencerminkan sekolah unggulan.
Penguatan citra SMUHI sebagai sekolah rujukan utama pendidikan Muhammadiyah di Pekalongan Raya.

Sementara itu, Dr. Utomo, M.Pd. menekankan pentingnya sekolah mengenali persoalannya sendiri sebagai langkah awal perubahan.
“Sekolah harus mencari permasalahannya. Kalau sudah naik kelas, harus didukung lebih cepat lagi. Jadilah sekolah premium,” tegas beliau.
Beliau menggambarkan konsep sekolah premium sebagai sekolah yang:
Berdaya saing tinggi, Tetap diminati masyarakat, Tidak mencari murid, tetapi justru dicari murid, Menjadi kebanggaan masyarakat Pekalongan.
Gagasan besar yang disampaikan antara lain:
- SMUHI harus memiliki positioning kuat, misalnya “Dijamin lulusan SMUHI diterima di PTN”.
- Bisa memanggil anak-anak hebat untuk sekolah di SMUHI dengan pembiayaan bersama alumni (HIASMAMA).
- Kerja sama strategis dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah unggulan untuk pendampingan masuk SNBP/SNBT.
- Memperkuat branding sekolah dengan menonjolkan keunggulan yang unik dan tidak dimiliki sekolah lain.
-
Pendampingan dilaksanakan di Ruang Laboratorium Seni Budaya dan Film (LSBF), sebuah fasilitas luar biasa yang menjadi kebanggaan SMUHI karena tidak semua sekolah Muhammadiyah, bahkan sekolah negeri di Jawa Tengah, memilikinya. LSBF menjadi simbol bahwa SMUHI memiliki modal besar untuk tampil berbeda, kreatif, dan unggul.
Setelah sesi pendampingan resmi, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang santai hingga menjelang Maghrib. Forum ini menjadi ruang refleksi untuk memotret kelebihan dan kekurangan SMUHI sebagai bahan evaluasi agar sekolah ini kembali memasuki masa kejayaannya dan menjadi pilihan utama masyarakat Pekalongan Raya, Jawa Tengah, bahkan nasional.
Kekuatan SMUHI semakin terasa ketika kembali diingatkan tentang deretan alumni besarnya, antara lain:
- Dr. Adi Sasono, Menteri Koperasi era Presiden B.J. Habibie sekaligus Ketua Umum ICMI pertama.
- Abdul Hakim Garuda Nusantara, tokoh HAM dan Ketua Komnas HAM (2002–2007)
- Dr. Abdul Ghani, M.Sc., mantan Dirut Holding PTPN III dan kini Director of Plantation & Agriculture di Danantara Indonesia,
- Prof. Dr. Arif Satria, Rektor IPB University dua periode, Ketua Umum ICMI 2021–2026, dan kini Kepala BRIN,
- Dr. Aditya Warman, anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan periode 2021–2026 dan tokoh korporasi nasional,
serta masih banyak lagi alumni SMUHI yang berkiprah di berbagai bidang strategis bangsa.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal pendampingan yang lebih konkret dan terarah dari PWM Jawa Tengah untuk SMUHI. Dengan visi besar “Islami, Unggul, dan Kreatif”, SMUHI siap menapaki jalan baru sebagai sekolah premium Muhammadiyah yang menjadi kebanggaan umat, persyarikatan, dan masyarakat Pekalongan Raya, bahkan Indonesia.
Kontributor : Humas SMUHI
Powered by Froala Editor