MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI – Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan kali ini berlangsung di bawah kepanitiaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pekajangan Timur 1. Bertempat di halaman SMP Muhammadiyah Pekajangan, kegiatan yang digelar pada Ahad tersebut menghadirkan KH. Masduqi Asrori dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gringsing, Kabupaten Batang, sebagai pemateri utama. (2/8/2026)
Pengajian ini dihadiri hampir 2.000 jamaah yang berasal dari jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Pekajangan, seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Cabang Pekajangan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom), serta tamu undangan dari Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama, Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, dan Banser Pekajangan.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Pekajangan Timur 1, Wahyudi Karyanto, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi para donatur, seluruh warga Muhammadiyah Pekajangan Timur 1, serta berbagai pihak yang telah bekerja sama mempersiapkan kegiatan dengan penuh semangat kebersamaan.
"Mewakili Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pekajangan Timur 1, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Wahyudi berharap Pengajian Ahad Pagi ini dapat semakin mempererat ukhuwah dan memperkuat barisan warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Cabang Pekajangan.
"Harapannya, dengan adanya Pengajian Ahad Pagi ini dapat semakin menguatkan barisan kita sesama warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah," tutupnya.

Sementara itu, Muh. Fithrayudi Triatmaja, S.E., M.Acc., Ak., CA., CAP., ACPA., ASEAN CPA selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan, menyampaikan apresiasi kepada PRM Pekajangan Timur 1 yang telah menjadi tuan rumah sekaligus panitia penyelenggara.
Ia menyampaikan bahwa meskipun jumlah jamaah yang hadir sangat banyak, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, dan lancar berkat kerja sama seluruh panitia.
Dalam kesempatan tersebut, Fithrayudi juga melaporkan berbagai perkembangan pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah koordinasi PCM Pekajangan.
Menurutnya, pada masa kepemimpinan PCM Pekajangan saat ini, berbagai pembangunan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan pendidikan dan dakwah.
Beberapa pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan antara lain pembangunan SLB Lentera Hati Muhammadiyah Pekajangan. Tahap pertama telah selesai dengan dukungan pembiayaan dari PCM Pekajangan. Selanjutnya akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua berupa gedung lantai dua dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
Selain itu, pembangunan SD Alam Muhammadiyah 4 Pekajangan juga telah selesai dengan total anggaran sekitar Rp1,6 miliar.
PCM Pekajangan juga sedang melanjutkan pembangunan Musala Al-Bana yang berada di belakang RSI Pekajangan. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen dengan total anggaran sekitar Rp800 juta, sedangkan PCM Pekajangan telah memberikan dukungan dana kurang lebih Rp250 juta.
Fithrayudi juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa pada tahun ini Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Pekajangan memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan.
Dana revitalisasi tersebut diberikan kepada SD Muhammadiyah 1 Pekajangan sebesar sekitar Rp580 juta, SD Alam Muhammadiyah 4 Pekajangan sebesar sekitar Rp800 juta, serta SMA Muhammadiyah Pekajangan sebesar sekitar Rp800 juta.
Selain itu, pembangunan di IMBS Miftahul Ulum Pekajangan juga terus berjalan, termasuk pembangunan enam ruang kelas baru yang mendapat dukungan dari para dermawan.
Atas nama PCM Pekajangan, Fithrayudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh hamba Allah dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pembangunan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah di Pekajangan.
Ia juga mengajak jamaah yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Musala Al-Bana maupun SLB Lentera Hati Muhammadiyah Pekajangan untuk menyalurkan donasinya melalui PCM Pekajangan.
Dalam tausiyahnya, KH. Masduqi Asrori mengawali ceramah dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT, terutama nikmat yang sering kali terlupakan, yaitu nikmat kesehatan.
Beliau menjelaskan bahwa terdapat beberapa nikmat besar yang patut disyukuri, yaitu nikmat sehat, nikmat ukhuwah Islamiyah, nikmat persatuan bangsa Indonesia, dan nikmat memiliki hati yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

KH. Masduqi juga mengutip pesan almarhum Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. bahwa dakwah harus dilakukan dengan cara yang menggembirakan, sehingga mampu menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat, kesejukan, dan kebahagiaan bagi masyarakat.
Beliau mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
"Dunia ini ibarat mimpi. Mimpi itu hanya sebentar, demikian pula kehidupan dunia. Karena itu, jangan sampai kita terlena dengan kehidupan yang sementara."
Lebih lanjut, KH. Masduqi menyampaikan beberapa pesan kehidupan yang perlu menjadi bahan muhasabah bagi setiap muslim.
Pertama, melek, yakni memanfaatkan kesempatan hidup dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Warga Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi orang lain, membiasakan melihat sisi kebaikan dalam setiap keadaan, serta terus menebarkan amal saleh meskipun kebaikan sering kali tidak mudah dilakukan.
Kedua, golek (mencari), yaitu mencari rezeki dengan cara yang halal. Beliau mengutip syair yang dipopulerkan H. Rhoma Irama "1001 macam cara orang mencari makan", bahwa terdapat banyak cara manusia mencari nafkah, namun setiap muslim harus selalu mengoreksi dari mana harta yang dimiliki berasal dan memastikan seluruhnya diperoleh dengan cara yang halal.
Selanjutnya beliau mengingatkan pentingnya memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Setiap muslim hendaknya senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, menjaga hubungan baik dengan saudara, mendidik anak-anak dengan baik, serta membangun keharmonisan bersama pasangan hidup.
Pesan berikutnya adalah nelek, yaitu meninggalkan jejak kehidupan yang baik. Bahkan dalam perkara sederhana sekalipun, seorang muslim harus berhati-hati agar apa yang ditinggalkan selalu memberikan manfaat bagi orang lain.
Beliau juga berpesan agar setiap orang mampu menjadi tuek, yakni menjadi orang tua yang baik, mampu memberikan teladan, pendidikan, dan kasih sayang kepada keluarga.
Sebagai penutup, KH. Masduqi mengingatkan seluruh jamaah agar senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kematian dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan husnul khatimah, yaitu akhir kehidupan yang baik dalam keadaan beriman dan mendapat ridha-Nya.
Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme jamaah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu agama, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antarorganisasi Islam dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik.


Kontributor : Shofani (MPI PCM Pekajangan)
Powered by Froala Editor