MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Memasuki putaran ketiga tahun kedua, Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan kembali digelar dengan penuh semangat kebersamaan. Kali ini, kegiatan diselenggarakan di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Rengas, menghadirkan Dr. H. Karnadi Hasan, M.Pd., Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, sebagai pemateri utama. Sekitar 1.800 jamaah dari berbagai unsur Muhammadiyah, 'Aisyiyah, dan masyarakat umum memadati lokasi pengajian sejak pagi hari.(5/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Pekajangan, seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Cabang Pekajangan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom), Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wuled, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangjati, Kepala Desa Rengas serta tamu undangan dari Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Rengas, Muslimat NU Rengas, Fatayat NU Rengas, dan Gerakan Pemuda Ansor beserta Banser Desa Rengas. Kehadiran berbagai elemen organisasi keagamaan tersebut menjadi simbol kuatnya semangat ukhuwah dan kolaborasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadrah dari Jami'iyyah Al-Faqir Pekalongan yang membawakan lantunan shalawat. Suasana religius dan penuh kekhusyukan mengiringi kedatangan para jamaah hingga dimulainya acara inti pengajian.
Muhammadiyah di Desa Rengas hidup berdampingan dengan masyarakat yang mayoritas berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama. Atas dasar itulah, PRM Rengas secara khusus mengundang jajaran Nahdlatul Ulama untuk hadir dan bersama-sama mengikuti kegiatan Pengajian Ahad Pagi. Langkah ini menjadi wujud komitmen dalam mempererat silaturahmi, membangun sinergi, serta memperkuat persaudaraan antarsesama umat Islam.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Rengas, M. Shodikin, S.Pd menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi para donatur, panitia, relawan, dan seluruh warga Muhammadiyah maupun masyarakat yang telah bergotong royong sehingga Pengajian Ahad Pagi dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., menyampaikan sejumlah perkembangan program persyarikatan. Ia mengungkapkan bahwa beberapa sekolah Muhammadiyah di Pekajangan memperoleh bantuan dana revitalisasi dari pemerintah. Selain itu, PCM Pekajangan juga tengah menggalakkan gerakan wakaf untuk pembangunan enam ruang kelas baru di IMBS Miftakhul Ulum. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan investasi amal jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan oleh generasi mendatang.
"Semoga menjadi warisan kita sampai generasi selanjutnya. Mari kita lestarikan bersama. Mudah-mudahan niat baik kita diridai Allah SWT dan menjadi amal yang mengantarkan kita menuju surga-Nya," ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Dr. H. Karnadi Hasan, M.Pd., mengajak seluruh jamaah untuk terus membangun kebersamaan di tengah berbagai perbedaan. Menurutnya, persatuan merupakan karakter utama seorang muslim yang harus senantiasa dijaga, terlebih ketika berkhidmat dalam organisasi Islam.
Ia menegaskan pentingnya memahami konsep dakwah berkemajuan sebagaimana menjadi karakter Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
"Muhammadiyah itu tiada hari tanpa memberi, tiada pekan tanpa pengajian, tiada bulan tanpa iuran, dan tiada tahun tanpa membangun," ungkapnya yang disambut antusias para jamaah.
Lebih lanjut, Dr. Karnadi menjelaskan bahwa organisasi Islam yang berkemajuan harus berdiri di atas fondasi tauhid yang kokoh. Tauhid menjadi kekuatan utama yang menjaga arah perjuangan organisasi agar tetap istiqamah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Selain itu, dakwah Muhammadiyah harus terus meneguhkan nilai-nilai Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin yang membawa kasih sayang, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan saudara dalam Islam yang memiliki tujuan bersama, yakni membangun umat dan bangsa. Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan umatnya untuk saling bermusuhan, melainkan memperkuat persaudaraan dan saling membantu dalam kebaikan. Sebagai contoh, ia menceritakan pengalaman masyarakat muslim di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang jumlahnya hanya sekitar 10 persen, namun mampu hidup berdampingan, saling membantu, dan membangun sinergi dengan masyarakat yang berbeda latar belakang.
"Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu, enantiasa melakukan introspeksi dan merasa dirinya bukan orang baik untuk menghindari rasa sakit hati ketika mendapat sebuah kecaman dan jadilah kalian di hadapan manusia sebagai bagian dari manusia itu sendiri, senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan." Pesan beliau
Menutup tausiyahnya, Dr. Karnadi mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak sahabat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta terus menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dengan semangat persatuan, dakwah yang menyejukkan, dan kolaborasi antarelemen masyarakat, diharapkan Muhammadiyah dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.


Kontributor: Shofani (MPI PCM Pekajangan)
Powered by Froala Editor