MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, JAKARTA — Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan ditunjukkan oleh SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan (SMUHI) melalui pengiriman lima guru untuk mengikuti program magang dan studi praktik baik di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, yang lebih dikenal dengan nama keren SMA Muga Limau.
Kelima guru tersebut diterima secara resmi oleh Kepala SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, Ibu Suranti, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pimpinan sekolah dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Ust. Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy., bertempat di Meeting Room SMA Muga Limau, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Suasana penerimaan berlangsung dalam semangat persaudaraan, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah. Pertemuan ini bukan sekadar agenda kunjungan antarsekolah, melainkan bagian dari ikhtiar strategis untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.
Sambutan Kepala Sekolah: Selamat Datang dan Mari Berbagi Praktik Baik
Dalam sambutannya, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, Ibu Suranti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kehadiran rombongan guru magang dari SMUHI Pekalongan.
Secara umum, sambutan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang positif antara kedua sekolah Muhammadiyah. Program magang diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta untuk mengamati secara langsung tata kelola sekolah, pelaksanaan pembelajaran, pengembangan karakter murid, serta berbagai strategi peningkatan prestasi.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kemajuan pendidikan Muhammadiyah dapat dibangun melalui budaya saling berbagi pengalaman. Sekolah yang memiliki praktik baik dapat menjadi sumber inspirasi bagi sekolah lain, sementara sekolah yang berkunjung dapat mengembangkan gagasan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lembaganya.
Pengarahan Ketua PCM: Pendidikan Muhammadiyah Harus Terus Berkemajuan
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Kebayoran Baru, Ust. Dr. Ahmad Said Matondang, M.E.Sy., memberikan pengarahan kepada para guru magang.
Secara umum, pengarahan ini menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan magang sebagai proses belajar yang sungguh-sungguh, terarah, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Para guru diharapkan tidak hanya melihat apa yang telah dicapai sekolah tujuan, tetapi juga memahami proses, budaya kerja, strategi kepemimpinan, dan konsistensi pelaksanaan program yang mendukung pencapaian tersebut.
Pendidikan Muhammadiyah dituntut untuk terus berkemajuan, mampu menjawab kebutuhan masyarakat, serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, dan memiliki daya saing.
Karena itu, pengalaman selama magang hendaknya tidak berhenti sebagai catatan perjalanan. Hasil pengamatan perlu diolah menjadi gagasan, dirumuskan sebagai program, kemudian diterapkan secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur sekolah.
Pesan tersebut relevan bagi SMUHI yang terus berikhtiar memperkuat kualitas pembelajaran, pembinaan murid, profesionalitas guru, dan tata kelola sekolah.
Lima Guru SMUHI Siap Menimba Pengalaman
SMUHI mengirimkan lima guru dengan bidang tugas yang beragam. Komposisi ini dirancang agar pembelajaran yang diperoleh mencakup aspek akademik, kesiswaan, kebahasaan, serta pendampingan psikologis murid.
Kelima peserta magang tersebut adalah:
1. H. M. Arif Albir, S.Pd. — Guru Geografi sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
2. Adibatul Musta'anah, S.Pd. — Guru Bahasa Inggris sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
3. Dina Mustafidah, S.Pd. — Guru Bahasa Indonesia.
4. Dyah Ratna Salima, S.Pd. — Guru Sosiologi.
5. Maria Ulfa Laila, S.Psi. — Guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Keikutsertaan guru dari berbagai bidang tersebut diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih menyeluruh. Aspek kurikulum dan pembelajaran dapat dipelajari oleh tim akademik, strategi pembinaan murid menjadi perhatian bidang kesiswaan, penguatan literasi menjadi bahan kajian guru bahasa, sedangkan layanan konseling menjadi fokus bagi guru BK.
Dengan demikian, setiap peserta mempunyai tanggung jawab untuk menggali praktik baik sesuai bidangnya sekaligus membawa pulang gagasan yang dapat dikembangkan bersama di SMUHI.
Sambutan Perwakilan SMUHI: Magang sebagai Ikhtiar untuk Terus Bertumbuh
Mewakili rombongan SMUHI, H. M. Arif Albir, S.Pd., menyampaikan sambutan yang pada intinya mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh keluarga besar SMA Muhammadiyah 3 Jakarta.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran lima guru SMUHI merupakan bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan kompetensi pendidik, memperluas wawasan pengelolaan pendidikan, dan memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik penyelenggaraan sekolah yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan SMUHI.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat belajar secara terbuka, berdiskusi, mengamati proses yang berjalan, serta menggali berbagai pengalaman dari pimpinan dan guru SMA Muga Limau.
Hasil magang selanjutnya diharapkan dapat dibagikan kepada pimpinan, guru, dan karyawan SMUHI agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh lima peserta, tetapi juga berkembang menjadi pengetahuan bersama bagi seluruh warga sekolah.
Semangat yang dibawa adalah bahwa sekolah yang baik tidak pernah berhenti belajar. Kemajuan harus dibangun melalui keterbukaan terhadap pengalaman baru, kemauan melakukan evaluasi, dan keberanian menghadirkan perubahan yang membawa manfaat bagi murid.
Berawal dari Kunjungan Pimpinan SMUHI pada 16 Oktober 2026
Program magang ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan studi terap yang telah dirintis sebelumnya.
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Kepala SMUHI beserta jajaran yang terdiri atas Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Kepala Tata Usaha, dan Bendahara sekolah telah lebih dahulu berkunjung ke SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komunikasi awal sekaligus penyerahan dan koordinasi program magang bagi para guru.
Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sekolah tidak cukup hanya melalui wacana atau perencanaan di atas kertas. Diperlukan langkah nyata untuk mencari referensi, membuka ruang kolaborasi, dan mempelajari pengalaman lembaga pendidikan lain yang dapat memberikan perspektif baru.
Kehadiran tim guru pada 19 Oktober 2026 kemudian menjadi tindak lanjut konkret agar proses belajar berlangsung lebih mendalam dan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Tiga Hari Menggali Praktik Baik Pendidikan
Program magang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu, 19–21 Oktober 2026. Selama kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mempelajari sejumlah aspek penting dalam pengelolaan pendidikan di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta.
Beberapa bidang yang menjadi fokus pembelajaran meliputi:
1. Sistem pembelajaran dan pengembangan kurikulum
Peserta mempelajari bagaimana kurikulum direncanakan, diterjemahkan ke dalam kegiatan pembelajaran, dilaksanakan oleh guru, serta dievaluasi untuk memastikan ketercapaian kompetensi murid. Perhatian juga dapat diarahkan pada pembelajaran aktif, pengembangan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, dan budaya refleksi pembelajaran.
2. Strategi pembinaan kesiswaan
Bidang ini mencakup tata kelola kegiatan murid, pembinaan organisasi, pengembangan minat dan bakat, kedisiplinan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter. Praktik yang sesuai dapat dikembangkan untuk memperkuat budaya positif dan prestasi murid SMUHI.
3. Layanan Bimbingan dan Konseling
Guru BK diharapkan memperoleh wawasan tentang layanan konseling yang terencana, pendampingan murid, pencegahan masalah belajar, penguatan kesehatan sosial-emosional, serta kolaborasi antara guru BK, wali kelas, orang tua, dan pimpinan sekolah.
4. Penguatan bahasa dan budaya literasi
Pengembangan kemampuan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia menjadi bagian penting untuk meningkatkan komunikasi, literasi, kepercayaan diri, dan kesiapan murid menghadapi pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
5. Strategi murid menembus perguruan tinggi ternama
Salah satu aspek yang menarik untuk dipelajari adalah bagaimana sekolah mempersiapkan murid melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan. Kajian dapat mencakup pemetaan minat dan potensi, pendampingan akademik, informasi jalur seleksi, konseling karier, penguatan portofolio, serta pendampingan murid dalam menentukan pilihan program studi.
Melalui pembelajaran tersebut, SMUHI berharap dapat merancang pendampingan pendidikan tinggi yang lebih terstruktur, sejak murid berada di kelas X hingga kelas XII.
SMA Muga Limau sebagai Inspirasi Pengembangan SMUHI
SMA Muhammadiyah 3 Jakarta menjadi mitra belajar yang diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengembangan sekolah. Pengalaman dari sekolah tujuan perlu dipelajari tidak hanya dari program yang tampak di permukaan, tetapi juga dari mekanisme pelaksanaan, pembagian tugas, konsistensi, evaluasi, dan budaya kerja yang mendukung keberhasilan program.
Ada sejumlah praktik baik yang dapat digali dan dipertimbangkan untuk dikembangkan di SMUHI.
Pertama, penguatan budaya mutu dan kepemimpinan sekolah. Program yang baik membutuhkan tujuan yang jelas, pembagian tanggung jawab, koordinasi ant bidang, serta evaluasi yang teratur. SMUHI dapat mengembangkan pola kerja yang memastikan setiap program memiliki target, indikator keberhasilan, dan tindak lanjut.
Kedua, pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi murid. Guru perlu terus mengembangkan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan relevan dengan kehidupan. Penguatan literasi, numerasi, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi perhatian bersama.
Ketiga, pembinaan murid yang menyeluruh. Prestasi akademik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter Islami, kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian sosial. Pembinaan organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Keempat, layanan konseling dan pendampingan karier. Murid membutuhkan pendampingan yang sesuai dengan potensi, minat, dan kondisi masing-masing. Penguatan sinergi antara guru BK, wali kelas, orang tua, dan pimpinan sekolah dapat membantu murid menentukan arah pendidikan masa depan.
Kelima, penguatan budaya literasi dan kemampuan bahasa. Pembiasaan membaca, menulis, berdiskusi, presentasi, serta penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks yang relevan dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi murid.
Keenam, persiapan masuk perguruan tinggi. SMUHI dapat mengembangkan program pemetaan minat kuliah, informasi jalur seleksi, bimbingan akademik, konsultasi pilihan program studi, dan pendampingan pendaftaran secara terencana.
Berbagai gagasan tersebut bukan berarti harus disalin sepenuhnya. Praktik baik yang ditemukan selama magang perlu dikaji terlebih dahulu berdasarkan kebutuhan, sumber daya, karakteristik murid, kondisi guru, serta budaya sekolah SMUHI.
Justru di sinilah nilai penting kegiatan studi terap: menemukan inspirasi, memahami prinsip keberhasilannya, lalu memodifikasi penerapannya agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Menguatkan Visi SMUHI: Islami, Unggul, dan Kreatif
Seluruh rangkaian magang pada akhirnya diarahkan untuk mendukung pencapaian visi SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan, yaitu “Islami, Unggul, dan Kreatif.”
Nilai Islami harus tercermin dalam pembentukan akhlak, pembiasaan ibadah, integritas, dan perilaku sehari-hari. Keunggulan perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, prestasi murid, serta kesiapan melanjutkan pendidikan. Sementara itu, kreativitas perlu tumbuh melalui inovasi pembelajaran, pengembangan bakat, literasi, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan memecahkan masalah.
Program magang diharapkan dapat memperkuat ketiga pilar tersebut secara terpadu. Bukan hanya menambah pengetahuan para guru, tetapi juga mendorong lahirnya program sekolah yang lebih efektif, terukur, dan berdampak bagi perkembangan murid.
Dengan demikian, keberhasilan kegiatan ini tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kunjungan selama tiga hari. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pengalaman tersebut menghasilkan perubahan positif dalam praktik pembelajaran, tata kelola sekolah, pelayanan kepada murid, dan pencapaian prestasi.
Dari Magang Menjadi Gerakan Perubahan
Setelah menyelesaikan kegiatan di SMA Muga Limau, para peserta diharapkan menyusun catatan hasil pengamatan, mengidentifikasi praktik baik yang relevan, dan menyampaikan rekomendasi kepada pimpinan SMUHI.
Langkah selanjutnya dapat berupa forum berbagi pengalaman antarguru, pemilihan program prioritas, penyusunan rencana tindak lanjut, serta uji coba penerapan dalam skala yang realistis. Program yang berhasil kemudian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan dukungan pimpinan sekolah dan seluruh warga sekolah.
Dengan pola tersebut, kegiatan magang tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta juga diharapkan membuka peluang komunikasi dan pertukaran pengalaman pada masa mendatang.
Sebab, tantangan pendidikan semakin kompleks. Sekolah perlu terus belajar agar mampu memberikan layanan pendidikan yang bermutu, membangun karakter, mengembangkan potensi murid, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Belajar dari yang lebih maju bukan berarti kehilangan jati diri. Sebaliknya, belajar merupakan cara untuk memperkuat identitas, meningkatkan kualitas, dan memperluas manfaat pendidikan.
Melalui program magang lima guru ini, SMUHI meneguhkan langkah untuk terus berbenah, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang semakin bermutu.
Kontributor : Humas SMUHI
Powered by Froala Editor