MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Dalam rangka menyosialisasikan E-KTAM Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan menggelar Aktivasi Verifikator SatuMu Tingkat Ranting yang dihadiri oleh perwakilan ranting se-Cabang Pekajangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pekajangan. (23/8/2026).
Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi E-KTAM merupakan agenda penting, khususnya dalam rangka pendataan warga Muhammadiyah di tingkat Cabang Pekajangan.
“Dengan adanya pendataan ini, informasi data yang terdaftar KTAM yang masuk akan lebih transparan. Pertama, nanti aplikasinya di-download, yaitu aplikasi MASA. Harapannya, penggunaan aplikasi ini bisa merata ke seluruh ranting,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PCM Pekajangan, Luqman Hakim, S.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital menjadi tantangan yang harus dihadapi Muhammadiyah. Menurutnya, generasi dan masyarakat saat ini sudah terbiasa memanfaatkan teknologi, termasuk aplikasi berbasis digital.
“Anak-anak zaman sekarang, orang-orang zaman sekarang banyak yang bisa menggunakan ChatGPT dan jarang menggunakan website secara langsung. Perkembangan ini merupakan tantangan ke depannya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, jika dahulu proses pembuatan kartu dilakukan secara manual dengan tanda tangan Ketua PCM Pekajangan dan kemudian diproses, saat ini proses tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi MASA.
“Transformasi berubah, semuanya menuju digitalisasi. Jadi, kita lihat tujuannya agar semuanya lebih mudah dan terukur,” ungkapnya.
Luqman juga menjelaskan bahwa selain untuk kebutuhan E-KTAM, aplikasi MASA juga memiliki berbagai fitur yang terintegrasi, seperti jadwal salat, berita Muhammadiyah, dan berbagai informasi lainnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memahami prinsip dan mekanisme penggunaan aplikasi tersebut. Dalam proses pendampingan nantinya, terdapat dua hal utama, yaitu pembuatan KTA baru bagi anggota yang belum memiliki dan proses pembaruan atau pengkinian data bagi anggota yang sudah memiliki KTM/KTA.
Bagi anggota yang sudah memiliki kartu, proses selanjutnya akan dilakukan melalui sistem dan kartu dapat diterima dalam waktu kurang lebih satu hingga tiga bulan. Nomor identitas anggota juga akan terintegrasi dalam aplikasi sehingga memudahkan proses pendataan dan verifikasi.
Sementara itu, Bahrul Ulum, Manajer Eksekutor PDM Kabupaten Pekalongan, dalam materinya menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi besar dengan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Besarnya jumlah anggota tersebut membutuhkan sistem pendataan yang rapi, akurat, dan mudah diakses.
“Kita semua tahu bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang besar. Anggotanya tersebar di seluruh pulau, seluruh Indonesia. Muncul kemudian pertanyaan, apakah kita sudah memiliki data anggota Muhammadiyah yang rapi, akurat, dan mudah diakses?” ujarnya.
Menurutnya, persoalan data menjadi salah satu tantangan Muhammadiyah. Ketika ditanyakan berapa sebenarnya jumlah anggota Muhammadiyah, jawabannya akan sulit diketahui secara pasti apabila data tersebut tidak tersimpan dalam sistem yang akurat.
“Kalau data tidak tersimpan dengan akurat, maka datanya menjadi simpang siur dan tidak akurat. Inilah salah satu alasan mengapa kita perlu melakukan pendataan dan mendaftarkan KTA Muhammadiyah ke aplikasi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pendataan tersebut bertujuan membantu Muhammadiyah memiliki data yang akurat sekaligus mendukung proses transformasi digital, dari sistem yang sebelumnya menggunakan kertas menuju sistem digital melalui aplikasi.
“Kita ingin setiap anggota memiliki identitas yang jelas,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Syifa Ma’ruf, M.Pd., selaku Sekretaris Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, menjelaskan mengenai aplikasi SICARA (Sistem Informasi Cabang dan Ranting). Aplikasi tersebut merupakan aplikasi pendataan digital resmi dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Melalui SICARA, data cabang dan ranting Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan dapat dipantau, baik yang mencakup aspek kepengurusan, kegiatan dakwah, maupun amal usaha. Berbagai indikator dalam sistem tersebut ditampilkan melalui indikator warna sehingga kondisi cabang dan ranting dapat lebih mudah dipantau.
Selain menjelaskan mengenai SICARA, Syifa Ma’ruf juga menyampaikan pentingnya optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat kegiatan dan pelayanan masyarakat. Menurutnya, masjid minimal memiliki fasilitas dasar seperti air minum, koneksi internet atau Wi-Fi, serta ruang atau tempat yang dapat digunakan masyarakat untuk berkegiatan.
Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan memberikan solusi bagi masyarakat. Masjid, menurutnya, tidak semestinya membatasi akses masyarakat, termasuk dengan selalu mengunci gerbangnya.
“Tempat berkumpul seperti itu, misalnya ketika masyarakat tidak memiliki tempat, kita persilakan masjid ataupun halaman masjid untuk digunakan berkumpul masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan agar takmir masjid aktif berkomunikasi dengan jamaah dan lingkungan sekitar. Masjid diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, misalnya membantu memberikan informasi terkait layanan kesehatan, membantu masyarakat yang sedang sakit, maupun menyampaikan informasi ketika terdapat warga yang meninggal dunia.
Lebih jauh, ia berharap masjid juga dapat menjadi ruang yang mendukung berbagai kebutuhan generasi muda dan masyarakat, termasuk dalam membangun hubungan sosial di lingkungan sekitar masjid.
“Harapannya, masjid itu menjadi pusat peradaban seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dahulu,” pungkasnya.
Kegiatan Aktivasi Verifikator SatuMu Tingkat Ranting ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan para perwakilan ranting dalam melakukan pendataan anggota, sekaligus memperkuat transformasi digital Muhammadiyah melalui sistem E-KTAM, aplikasi MASA, dan SICARA.
Kontributor : Shofani (MPI PCM Pekajangan)
Powered by Froala Editor