MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, PEKALONGAN — Semangat peringatan Milad ke-71 SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan (SMUHI) yang berlangsung sukses pada Selasa, 1 September 2026, tidak berhenti pada seremoni dan kemeriahan acara. Hanya beberapa hari berselang, keluarga besar SMUHI kembali bergerak melakukan penguatan internal melalui kegiatan Wisata Edukasi bertajuk “Refreshing, Capacity Building & Penguatan Karakter” bagi guru dan tenaga kependidikan. (7/9/2026)
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Ahad, 5–6 September 2026, dengan perjalanan Pekalongan–Kaliangkrik–Yogyakarta–Pekalongan. Kegiatan memadukan wisata edukatif, kebersamaan, refleksi, dialog, penguatan kapasitas, pembentukan karakter, sekaligus melihat secara langsung perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah.
Sejumlah destinasi menjadi bagian dari perjalanan tersebut, antara lain Jeep Adventure Kaliangkrik, Silancur Highland, Jalur Sabuk Sumbing, Nepal Van Java, Jalan Viral dan Sukomakmur, SM Tower Yogyakarta, Taman Sari, serta Malioboro.
Namun, di balik perjalanan wisata tersebut terdapat pesan yang jauh lebih penting. Kegiatan ini menjadi momentum bagi keluarga besar SMUHI untuk melakukan refleksi dan mempersiapkan langkah baru agar sekolah semakin fokus, solid, berkarakter, profesional, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
*Dialog Dini Hari: Mengawali Capacity Building dengan Muhasabah dan Gagasan Besar*
Salah satu sesi yang paling berkesan berlangsung pada Ahad, 6 September 2026, pukul 04.45–06.40 WIB.
Saat sebagian besar orang mungkin masih menikmati waktu istirahat, para guru dan tenaga kependidikan SMUHI justru memulai pagi dengan suasana spiritual dan reflektif.
Sebelum Shalat Subuh berjamaah, Bapak/Ibu guru dan tendik melaksanakan Shalat Malam secara sendiri-sendiri. Suasana pagi yang tenang menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melakukan perenungan tentang amanah sebagai pendidik.
Kemudian dilanjutkan dengan Shalat Subuh berjamaah yang diimami oleh Ustadz Cholif Amin, S.Sy.
Setelah Shalat Subuh, Ustadz M. Ilham Baihaqi, M.Pd. menyampaikan kultum sebagai pembuka dan pengantar memasuki sesi dialog.
Dalam kultumnya, Ustadz Ilham mengingatkan kembali perjuangan dan keteladanan KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan dan mengembangkan Muhammadiyah. Salah satu pesan penting yang diangkat adalah bagaimana KH Ahmad Dahlan tidak sekadar mengajarkan agama dalam bentuk teori, tetapi mengajak umat untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata.
Filosofi QS Al-Ma'un menjadi salah satu titik tekan yang sangat relevan.
Pesan QS Al-Ma'un mengajarkan bahwa keberagamaan tidak cukup hanya dengan ibadah ritual, tetapi harus melahirkan kepedulian sosial, keberpihakan kepada kaum lemah, serta tindakan nyata untuk memberikan kemanfaatan.
Semangat inilah yang menjadi salah satu energi besar berkembangnya Muhammadiyah hingga saat ini.
Dari memahami agama menuju mengamalkan agama. Dari mengetahui kebaikan menuju melakukan kebaikan. Dari bergerak sendiri menuju bergerak bersama dalam sebuah gerakan.
Pesan tersebut sangat relevan dengan dunia pendidikan, karena sekolah bukan hanya tempat mentransfer pengetahuan, tetapi juga tempat menanamkan nilai, membangun karakter, dan menyiapkan generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Untuk Menjadi Baik Tidak Harus Sempurna Terlebih Dahulu”
Sesi berikutnya dibuka dengan pengantar dari Humas SMUHI, Pasrum Affandi, kemudian dilanjutkan dengan dialog dan penjelasan dari Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan, Ibu Amilah, S.Pi.
Dialog berlangsung terbuka dan cukup panjang. Bukan sekadar penyampaian satu arah, tetapi menjadi ruang bagi guru dan tendik untuk melihat kembali posisi, peran, serta arah perjalanan SMUHI ke depan.
Salah satu pesan yang menjadi pengingat bersama adalah:
> “Untuk menjadi baik tidak harus sempurna terlebih dahulu. Tetapi untuk menjadi sempurna harus memulai kebaikan itu walaupun sedikit dan terus-menerus.”
Pesan ini sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam.
SMUHI tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk melakukan perubahan. Yang terpenting adalah berani memulai kebaikan, menjaga konsistensi, melakukan evaluasi, kemudian terus memperbaikinya.
Dalam perjalanan sebuah sekolah, kesempurnaan bukanlah titik awal. Kesempurnaan adalah hasil dari kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten dan berjamaah.
“Kalau Ingin Cepat, Berlari Sendirian. Kalau Ingin Jauh, Berlari Bersama”
Dalam dialog tersebut juga disampaikan sebuah quote yang menjadi motivasi bagi seluruh peserta:
> “Kalau ingin cepat harus berlari sendirian. Tetapi untuk berlari jauh harus berjamaah.”
Kalimat tersebut menjadi refleksi penting bagi keluarga besar SMUHI.
Sekolah tidak mungkin berkembang hanya karena kerja satu atau dua orang. Kepala sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Guru tidak dapat bekerja sendiri. Tendik tidak dapat bekerja sendiri.
SMUHI membutuhkan orkestrasi seluruh unsur. Kepala sekolah dengan kebijakannya, guru dengan kompetensinya, tendik dengan pelayanan terbaiknya, siswa dengan semangat belajarnya, serta seluruh warga sekolah dengan komitmen yang sama.
Sekolah yang hebat bukan hanya sekolah yang memiliki individu-individu hebat, tetapi sekolah yang mampu menyatukan individu-individu tersebut menjadi sebuah tim yang kuat.
*Penegasan Zoom In dan Zoom Out SMUHI*
Salah satu pokok penting dalam dialog yang dipimpin Kepala Sekolah, Ibu Amilah, S.Pi., adalah konsep “Zoom In dan Zoom Out SMUHI”.
Zoom In dimaknai sebagai kemampuan sekolah untuk melihat lebih dekat dan lebih fokus terhadap hal-hal mendasar yang harus diperkuat di dalam diri peserta didik.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain kemampuan dan penguasaan bahasa asing bagi anak-anak, terutama Bahasa Inggris, Mandarin dan Jepang.
Penguasaan bahasa asing tidak sekadar untuk mengejar nilai akademik, tetapi menjadi bekal komunikasi, wawasan dan daya saing anak-anak SMUHI di masa depan.
Selain itu, penguatan karakter dan akhlaqul karimah juga menjadi perhatian utama.
Karakter tidak cukup diajarkan melalui teori. Karakter harus dibiasakan, dicontohkan, dikawal dan dievaluasi dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, akhlak yang baik bukan hanya muncul ketika siswa berada di sekolah, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan mereka.
Penguatan budaya ibadah juga menjadi bagian dari Zoom In. Di antaranya pembiasaan Shalat Dhuha setiap pagi bagi siswa, guru dan tendik, Shalat Dhuhur dan Ashar berjamaah, serta peningkatan kemampuan peserta didik dalam mempraktikkan nilai-nilai Al-Islam dengan baik.
Dengan demikian, identitas SMUHI sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak hanya tercermin dari nama sekolah, tetapi benar-benar terasa dalam budaya sekolah dan perilaku seluruh warganya.
*Zoom Out: Membuka Ruang Prestasi dan Kemanfaatan yang Lebih Luas*
Jika Zoom In berfokus pada hal-hal mendasar yang perlu diperkuat di dalam sekolah, maka Zoom Out mengajak seluruh keluarga besar SMUHI melihat peluang yang lebih luas.
Beberapa gagasan yang muncul antara lain pengembangan potensi siswa melalui seni dan musik, olahraga termasuk panahan, tahfidz Al-Qur'an, serta penguatan program Muballigh Hijrah.
Muballigh Hijrah diharapkan tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadan, tetapi dapat dikembangkan secara rutin, misalnya sepekan sekali. Anak-anak SMUHI dapat hadir ke masjid-masjid untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi sebagai imam maupun dalam kegiatan keagamaan lainnya.
Dengan demikian, kemampuan keagamaan siswa tidak hanya muncul pada saat Ramadan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan mereka sepanjang tahun.
*Guru Tidak Hanya Mengajar di Sekolah, tetapi Juga Hadir di Masyarakat*
Dalam konsep Zoom Out, perhatian juga diarahkan kepada para guru.
Guru SMUHI diharapkan tidak hanya menjadi pendidik di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih luas di tengah masyarakat.
Guru didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan persyarikatan, termasuk berperan di PRM, PCM dan berbagai aktivitas Muhammadiyah lainnya.
Hal ini sejalan dengan semangat pendidikan Muhammadiyah sejak KH Ahmad Dahlan, bahwa pendidikan harus melahirkan manusia yang berilmu, beramal dan memberikan manfaat.
Pukul 08.00 WIB: Capacity Building Bersama MPKSDI PWM DIY
Setelah sesi dialog dan refleksi, kegiatan berlanjut pada pukul 08.00 WIB dengan agenda Capacity Building di area Villa Cassa Yogyakarta.
Sesi ini diisi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Ustadz Saiful bersama tim.
Berbeda dengan sesi dialog sebelumnya yang lebih banyak berisi refleksi dan gagasan, kegiatan kali ini dikemas dalam bentuk permainan dan aktivitas kelompok.
Namun, permainan tersebut bukan sekadar untuk bersenang-senang.
Di balik setiap permainan terdapat pembelajaran tentang kerja sama, komunikasi, kepercayaan diri, toleransi, kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, penguasaan diri, kemampuan membaca situasi, serta pentingnya membangun kepercayaan antarsesama anggota tim.
*Belajar dari Games: Tertawa, Bergerak, tetapi Tetap Mendapat Pelajaran*
Suasana kegiatan berlangsung sangat cair. Bapak/Ibu guru dan tendik tampak bersemangat, antusias dan bergembira menyelesaikan permainan demi permainan.
Tidak terlihat adanya paksaan. Justru dalam suasana santai dan penuh tawa itulah peserta menemukan pelajaran yang sering kali sulit diperoleh hanya melalui ceramah.
Ada peserta yang belajar menjadi pemimpin. Ada yang belajar mengikuti arahan. Ada yang belajar mempercayai teman. Ada yang belajar menerima perbedaan. Ada pula yang belajar bahwa keberhasilan kelompok tidak ditentukan oleh siapa yang paling hebat, tetapi oleh seberapa kuat setiap orang mau berkontribusi dan bekerja sama.
Inilah salah satu hakikat capacity building: membangun kapasitas individu sekaligus memperkuat kapasitas tim.
*Kunjungan ke SM Tower: Belajar dari Kesuksesan AUM Muhammadiyah*
Salah satu agenda yang juga memiliki nilai edukatif dan ideologis adalah kunjungan rombongan guru dan tendik SMUHI ke SM Tower Yogyakarta.
Kunjungan ini bukan sekadar mampir untuk makan siang. Bagi keluarga besar SMUHI, keberadaan SM Tower di tengah Kota Yogyakarta menjadi sebuah pembelajaran nyata tentang bagaimana Muhammadiyah mampu mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah secara profesional.
Bapak/Ibu guru dan tendik dapat melihat secara langsung salah satu gambaran keberhasilan Muhammadiyah dalam mengelola AUM di bidang jasa dan perhotelan hingga memiliki hotel berbintang empat di tengah Kota Yogyakarta.
Hal ini memberikan perspektif bahwa Muhammadiyah bukan hanya memiliki kekuatan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah, tetapi juga mampu mengembangkan amal usaha di bidang ekonomi dan jasa secara profesional, modern dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bahan refleksi bagi keluarga besar SMUHI bahwa mengembangkan sebuah lembaga membutuhkan visi yang jauh ke depan, keberanian mengambil peluang, profesionalitas, kerja sama, tata kelola yang baik, serta konsistensi dalam menjaga kualitas.
Apa yang telah dilakukan Muhammadiyah melalui berbagai AUM merupakan pelajaran penting bahwa sebuah organisasi dapat terus tumbuh apabila dikelola dengan amanah, profesional dan dilakukan secara berjamaah.
*Shalat dan Makan Siang Bersama di SM Tower*
Di sela kunjungan tersebut, rombongan melaksanakan Shalat Dhuhur dan Ashar dengan Jamak Taqdim sekaligus Qashar.
Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan siang bersama di Kemadjoean Resto yang berada di SM Tower.
Makan siang bersama menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan sejak dini hari.
Pada saat yang sama, peserta juga mendapatkan pengalaman melihat bagaimana sebuah AUM Muhammadiyah dapat hadir dengan pelayanan yang profesional, nyaman dan kompetitif, namun tetap berada dalam bingkai nilai-nilai kemanfaatan dan dakwah persyarikatan.
Dari SM Tower, guru dan tendik SMUHI dapat mengambil pelajaran bahwa membangun lembaga tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan visi yang jelas, perencanaan yang matang, kerja berjamaah, profesionalitas, kepercayaan, kedisiplinan, inovasi dan istiqamah dalam memberikan pelayanan terbaik.
*Wisata yang Tidak Sekadar Wisata*
Setelah rangkaian capacity building dan kunjungan ke SM Tower, perjalanan kembali dilanjutkan sesuai jadwal yang telah disusun secara elastis menyesuaikan kondisi di lapangan.
Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Sari Yogyakarta dan kemudian menikmati suasana Malioboro.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa wisata edukasi SMUHI bukan sekadar perjalanan untuk bersenang-senang. Setiap tempat yang dikunjungi diupayakan memberikan pengalaman, wawasan dan inspirasi bagi peserta.
*Makan Malam dan Perjalanan Pulang*
Setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Yogyakarta, rombongan melanjutkan perjalanan dan menikmati makan malam bersama di Rumah Makan Omah Eyang, kawasan dekat Prambanan.
Makan malam menjadi penutup perjalanan sebelum rombongan bergerak kembali menuju Pekalongan sekitar pukul 20.00 WIB.
Perjalanan berlangsung lancar dan rombongan akhirnya tiba kembali di SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan sekitar pukul 22.30 WIB.
*Dua Hari, Banyak Pelajaran*
Dua hari perjalanan ini memberikan pelajaran bahwa kegiatan capacity building tidak harus selalu dilakukan dalam ruang pelatihan yang formal.
Kadang-kadang perjalanan jauh justru mendekatkan hati.
Duduk bersama di dalam bus menghilangkan sekat. Makan bersama membangun keakraban. Shalat berjamaah menguatkan spiritualitas. Dialog membuka gagasan. Games membangun kerja sama. Kunjungan ke SM Tower memberikan inspirasi tentang profesionalitas pengelolaan AUM. Wisata memberikan kesegaran.
Dan perjalanan pulang mengajarkan bahwa setelah semua bersenang-senang, amanah yang sebenarnya justru menunggu ketika kembali ke sekolah.
*Dari Milad ke-71 Menuju Babak Baru SMUHI*
Momentum ini menjadi sangat strategis karena dilaksanakan hanya beberapa hari setelah Puncak Milad ke-71 SMUHI pada 1 September 2026.
Jika Milad menjadi momentum untuk melihat perjalanan panjang SMUHI selama 71 tahun, maka Capacity Building menjadi momentum untuk bertanya:
*“Setelah 71 tahun, SMUHI akan dibawa ke mana?”*
Jawabannya bukan sekadar ingin menjadi sekolah yang besar. Bukan pula hanya ingin menjadi sekolah yang banyak prestasinya.
Lebih dari itu, SMUHI diharapkan menjadi sekolah yang Islami, Unggul dan Kreatif, yang mampu mengantarkan peserta didik menjadi generasi berilmu, berkarakter, memiliki kemampuan global, tetapi tetap memiliki akar keislaman dan kemuhammadiyahan yang kuat.
Karena itu, Zoom In dan Zoom Out bukan sekadar istilah dalam sebuah dialog.
Zoom In berarti berani melihat ke dalam, memperbaiki hal-hal mendasar, memperkuat karakter, ibadah, kompetensi dan budaya sekolah.
Zoom Out berarti berani melihat lebih jauh, membuka peluang, memperluas jaringan, mengembangkan potensi dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
*Penutup: Pulang Membawa Semangat Baru*
Pada akhirnya, perjalanan Pekalongan–Kaliangkrik–Yogyakarta–Pekalongan bukan hanya perjalanan fisik.
Ada perjalanan batin di dalamnya.
Ada evaluasi. Ada harapan. Ada gagasan. Ada kebersamaan. Dan yang paling penting, ada tekad untuk kembali ke sekolah dengan energi dan semangat baru.
Milad ke-71 telah selesai.
Tetapi perjalanan SMUHI menuju masa depan baru saja dimulai kembali.
Semoga kebersamaan selama dua hari ini tidak berhenti ketika rombongan tiba di Pekalongan, tetapi benar-benar dibawa ke ruang kelas, ruang kerja, masjid, lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sebab pada akhirnya, capacity building yang sesungguhnya bukan ketika kita mampu mengikuti permainan, tetapi ketika kita mampu menerjemahkan pelajaran dari permainan itu menjadi perubahan nyata dalam bekerja dan melayani.
Kontributor: Humas Smuhi
Powered by Froala Editor