MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.D, KEDUNGWUNI — Lazismu KLPekajangan menggelar kegiatan Pentasyarufan Zakat Masjid dan Musholla se-Cabang Pekajangan sekaligus Sosialisasi Manajemen Masjid Lazismu Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pekajangan tersebut diikuti oleh para takmir masjid dan musholla se-Cabang Pekajangan. (18/8/2026)
Ketua Lazismu KL Pekajangan, Ustadz Hamdani Masduki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentasyarufan zakat mal merupakan agenda yang dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Lazismu dalam menyalurkan zakat kepada para mustahik.
Menurutnya, pentasyarufan tersebut menyasar sejumlah kelompok penerima manfaat, di antaranya dhuafa, masakin, dan sabilillah. Untuk kategori sabilillah, bantuan juga diberikan kepada asatidz dan ustadzah KB, PAUD, TPA se-Cabang Pekajangan, serta para guru. Pada kesempatan kali ini, pentasyarufan secara khusus juga menyasar masjid dan marbot.
Hamdan menekankan pentingnya menggerakkan masyarakat agar menyalurkan zakat melalui Kantor Layanan Lazismu sehingga pengelolaan dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Masih ada beberapa masyarakat yang menyalurkan zakatnya sendiri, baik ke masjid, musholla, maupun tempat lainnya. Padahal, zakat dapat disalurkan melalui satu pintu di Lazismu agar pengelolaannya lebih terkoordinasi dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin memahami bahwa menunaikan zakat merupakan ibadah yang mudah dilakukan. Masyarakat yang ingin berzakat cukup datang ke kantor layanan Lazismu sehingga proses penghimpunan hingga pentasyarufan dapat dikelola secara amanah dan profesional.
Sementara itu Ali Sofyan selaku Ketua Lazismu Daerah Kabupaten Pekalongan dalam sambutannya menjelaskan bahwa Lazismu merupakan lembaga zakat nasional yang memiliki struktur kelembagaan yang jelas.
Ia menerangkan bahwa dalam pengelolaan Lazismu terdapat dua unsur utama, yaitu unsur pembantu pimpinan yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan anggota, serta unsur eksekutif atau pengelola yang menjalankan kegiatan operasional lembaga.
Di Kabupaten Pekalongan sendiri saat ini terdapat 26 Kantor Layanan Lazismu (KL) yang berada di berbagai lingkungan, baik cabang, ranting, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), masjid, maupun organisasi otonom.
Ali menjelaskan bahwa setiap unsur tersebut memiliki kesempatan untuk mendirikan Kantor Layanan Lazismu sebagai sarana untuk memperkuat penghimpunan dan pengelolaan zakat, infak, serta sedekah.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari turba (turun ke bawah) Lazismu Daerah Kabupaten Pekalongan yang salah satu tujuannya adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja Kantor Layanan.
Dalam hal penghimpunan, Lazismu Daerah Kabupaten Pekalongan menargetkan penghimpunan hingga Agustus 2026 mencapai lebih dari Rp25 miliar, dengan target tahunan sebesar Rp26 miliar. Sementara hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) menetapkan target penghimpunan sebesar Rp30 miliar.
Ali juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Lazismu KL Pekajangan yang hingga saat ini masih berada di peringkat pertama dalam penghimpunan.
Pada momentum Ramadan, KL Pekajangan berada di peringkat kedua setelah Wiradesa, sementara dalam program Qurban FreshMeat berhasil menempati peringkat pertama.
Ia juga berharap program RendangMu dapat kembali disosialisasikan dan dikembangkan agar semakin dikenal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam sesi sosialisasi, Sutiknyo menyampaikan materi mengenai manajemen masjid sekaligus pentingnya penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik.
Disampaikan bahwa penerima bantuan usaha maupun bantuan alat usaha dari Lazismu diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dapat melaporkan perkembangan usahanya secara berkala. Hingga saat ini masih ditemukan penerima bantuan yang belum kembali memberikan laporan perkembangan usahanya kepada Lazismu.
Sutiknyo juga memaparkan sejumlah program pemberdayaan yang sedang digagas, salah satunya konsep usaha berbasis waralaba melalui program El-Chicken.
Program tersebut saat ini telah memiliki 10 gerai, dengan 8 gerai yang berjalan dengan baik. Ke depan, jumlah gerai ditargetkan berkembang menjadi 30 gerai dan pada 2029 diharapkan dapat mencapai 100 titik.
Pengelolaan usaha tersebut dirancang dengan manajemen terpusat, sehingga perkembangan setiap gerai dapat dipantau, termasuk dalam hal pengelolaan dan setoran usaha.
Selain pemberdayaan ekonomi, Lazismu juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru. Salah satu program yang dilakukan adalah pemberian santunan tahunan bagi guru. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi dukungan yang lebih berkelanjutan bagi guru.
Program lainnya adalah budidaya ayam petelur melalui pola kemitraan sebagai salah satu alternatif pemberdayaan ekonomi.
Lazismu juga tengah menggagas program bagi guru yang belum memiliki pendidikan linier sehingga terkendala dalam proses sertifikasi. Melalui program tersebut, guru honorer akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan menggandeng Universitas Terbuka.
Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan dapat direplikasi oleh Kantor Layanan Lazismu di wilayah masing-masing sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam sosialisasi manajemen masjid, turut dibahas pentingnya integrasi pengelolaan dana masjid dengan Lazismu. Hal ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengelolaan zakat sekaligus meningkatkan manfaat dana umat.
Di sejumlah daerah, pihak Kementerian Agama telah menyampaikan surat kepada takmir masjid terkait pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Melalui sinergi tersebut, diharapkan penghimpunan zakat di lingkungan masjid dapat dikelola secara lebih tertib dan terintegrasi.
Konsep yang didorong adalah dana zakat yang dihimpun melalui masjid dapat disetorkan terlebih dahulu melalui Lazismu, kemudian dapat ditarik kembali untuk dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan program yang telah ditentukan.
Beberapa masjid yang telah menjadi contoh dalam pengembangan sinergi tersebut antara lain Masjid Al-Hidayah Pisma Kedungwuni, Masjid Gumelar Doro, dan Masjid Mutima Dahlan Doro.
Melalui kegiatan pentasyarufan dan sosialisasi ini, Lazismu berharap sinergi antara Lazismu, PCM, takmir masjid dan musholla dapat semakin kuat. Pengelolaan zakat yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas manfaat zakat bagi umat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan zakat di lingkungan Muhammadiyah, dari masjid dan musholla hingga masyarakat luas, sehingga zakat tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan umat.
Kontributor : Adam Lazis
Powered by Froala Editor